Penyiapan Lahan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Desa Temon Resmi Dimulai
Temon, 24 Agustus 2026 — Tahapan awal penyiapan lahan untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Temon resmi dimulai pada Senin, 24 Agustus 2026, sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026, yang salah satu agenda utamanya adalah penetapan lokasi pembangunan Gedung KDMP Desa Temon.
Kegiatan penyiapan lahan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Temon, Jamiatin, S.Pd., bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat setempat.
Diawali Doa Bersama dan Ziarah kepada Leluhur
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh setempat, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Mbah Kartopawiro, yang dikenal oleh masyarakat sebagai pendiri balai desa pertama di Desa Temon.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari tahapan awal pembangunan. Bagi Pemerintah Desa Temon, doa bersama dan ziarah bukan sekadar tradisi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap para leluhur yang telah memberikan jasa bagi berdirinya kehidupan pemerintahan dan fasilitas umum di Desa Temon.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai bentuk ziyadah atau ikhtiar spiritual dengan memohon kepada Allah SWT agar seluruh proses pembangunan Gedung KDMP, sejak tahap persiapan hingga pembangunan selesai, dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Kepala Desa Temon, Jamiatin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas desa harus tetap memperhatikan nilai-nilai sejarah serta menghargai jasa para pendahulu.
“Pembangunan ini bukan hanya tentang membangun sebuah gedung baru, tetapi juga bagaimana kita tetap menghargai sejarah dan jasa para pendahulu Desa Temon. Karena itu, kita mengawali proses ini dengan doa dan ziarah, memohon kelancaran kepada Allah SWT sekaligus memberikan penghormatan kepada para leluhur,” ujar Jamiatin.
Menyelamatkan Material Lama yang Masih Layak Digunakan
Setelah rangkaian doa dan ziarah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahap awal penyiapan lahan, yang dimulai dari pembersihan dan pengamanan material bangunan lama, khususnya pada bagian atap.
Salah satu perhatian utama dalam tahap ini adalah genteng-genteng lama yang kondisinya masih baik dan layak pakai. Material tersebut akan diamankan dan disimpan untuk kemudian dimanfaatkan kembali dalam pembangunan balai desa pengganti.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Temon untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan aset dan material yang masih memiliki nilai guna.
Menurut cerita dan legenda yang berkembang di tengah masyarakat, material bangunan balai desa lama pada masa awal pembangunannya merupakan hasil bantuan dan hibah dari masyarakat Desa Temon untuk kepentingan bersama.
Atas dasar nilai sejarah tersebut, material yang masih dapat digunakan tidak serta-merta dianggap sebagai barang yang harus dibuang. Sebaliknya, material tersebut diupayakan untuk tetap dimanfaatkan kembali dalam pembangunan fasilitas umum desa.
Dengan demikian, keberadaan genteng dan material bangunan lainnya diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan semangat gotong royong masyarakat Desa Temon dari generasi ke generasi.
“Kalau masih ada material yang bagus dan masih bisa digunakan, tentu sangat sayang apabila dibuang. Apalagi menurut cerita masyarakat, material balai desa lama dahulu merupakan bantuan dan hibah dari warga. Maka semangatnya adalah bagaimana barang yang masih layak tersebut tetap digunakan kembali untuk fasilitas umum dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Jamiatin.
Tahapan Selanjutnya Dilaksanakan oleh Penyedia Jasa
Tahap penyiapan lahan yang dilakukan Pemerintah Desa Temon pada hari ini menjadi langkah awal sebelum memasuki tahapan pekerjaan pembangunan berikutnya.
Setelah proses pengamanan material, pembersihan, dan penyiapan area selesai, pekerjaan pada bagian bangunan lainnya, termasuk pembongkaran dan penanganan dinding serta tahapan konstruksi berikutnya, akan dilaksanakan oleh pihak ketiga selaku penyedia jasa yang ditunjuk sesuai ketentuan dan mekanisme pembangunan Gedung KDMP.
Pekerjaan pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari penyiapan lahan, pekerjaan konstruksi, hingga penyelesaian bangunan sesuai dengan rencana dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Pemerintah Desa Temon berharap seluruh proses tersebut dapat berjalan dengan baik serta mendapatkan dukungan masyarakat. Selain menjadi bagian dari program pembangunan dan penguatan kelembagaan ekonomi desa, keberadaan Gedung Koperasi Desa Merah Putih diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Temon.
Menjaga Sejarah, Membangun Masa Depan
Dimulainya penyiapan lahan Gedung KDMP Desa Temon pada hari ini menjadi momentum yang memiliki makna lebih dari sekadar dimulainya pekerjaan fisik.
Di satu sisi, Desa Temon sedang menyiapkan sebuah fasilitas baru yang diharapkan mampu mendukung kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat. Namun di sisi lain, proses tersebut tetap berusaha menjaga nilai sejarah, menghormati jasa para leluhur, serta mempertahankan semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Desa Temon.
Dari makam para pendahulu, doa dipanjatkan. Dari bangunan lama, material yang masih layak diselamatkan. Dan dari pembangunan gedung baru, harapan untuk masa depan Desa Temon mulai disiapkan.
Pemerintah Desa Temon berkomitmen agar pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih dapat terlaksana secara bertahap, tertib, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan tetap menjaga nilai sejarah serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari identitas Desa Temon.
#Temon_Media_Center



